TKN Jokowi-Ma’ruf: Divestasi Freeport Ingin Melihat Konsistensi Sikap Gerindra

TKN Jokowi-Ma'ruf: Divestasi Freeport Ingin Melihat Konsistensi Sikap Gerindra

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mencium ada aroma menyengat yang kurang baik dari lawan politik di balik proses akuisisi saham tambang emas PT Freeport Indonesia.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menyebut, bahwa proses pengambilan saham yang dilaksanakan oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), disebut tengah dihambat oleh sejumlah partai politik oposisi salah satunya Gerindra.

Berdasarkan hasil RDP antara Komisi VII DPR dengan PT. Inalum yang dipimpin kader Gerindra sekaligus Ketua Komisi Energi, Irawan Pasaribu dan RDP disebut berjalan kurang kondusif.

“Saya dengar suasana rapat kurang kondusif. Heran apakah fraksi Gerindra terganggu dengan upaya divestasi Freeport tersebut.

Apakah ada kepentingan lain yang diperjuangkan,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Hasto mengatakan, proses divestasi sebenarnya ditandai perjanjian atau head of agreement (HOA) antara pemerintah, Freeport dan Inalum sehingga upaya pemerintah mengembalikan kedaulatan energi yang selama ini dikelola asing, seharusnya didukung semua pihak.

“Divestasi Freeport justru ingin melihat konsistensi sikap Gerindra, apakah sejalan dengan pidato Pak Prabowo yang selama ini menyuarakan pentingnya menjalankan Pasal 33 (UUD 1945). Jangan persempit politik hanya dalam ruang retorika,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua TKN Johnny G. Plate, meminta kepada oposisi mengkritik proses divestasi secara proporsional, bukan sekadar bertendensi politik di tengah momentum masa kampanye.

Menurut dia, terlaksananya proses akusisi saham Freeport merupakan sejarah Indonesia yang diketahui tambang emas itu hampir puluhan tahun dikuasai perusahaan Amerika Serikat.

“Kami mengimbau marilah komponen bangsa memberi dukungan. Kalau perlu kritik yang konstruktif,” terang dia.