Terkait Isu Uighur, KNPI Tak Setuju Aksi Protes FPI

Terkait Isu Uighur, KNPI Tak Setuju Aksi Protes FPI
56 Kali Di Baca

Lagi dan lagi FPI membuat ulah dengan jurus provokasinya. Kini, FPI yang katanya Forum Pembela Islam tapi kelakuan tidak menggambarkan islam yang damai justru memprovokasi umat di Indonesia dan membuat keributan.

Keributan itu dimulai dengan sok pahlawannya FPI membela muslim Uighur di Cina. Padahal, dua ormas Islam terbesar yaitu NU dan Muhammadiyah saja santai menyikapi persoalan Uighur. Hanya kelompok itu itu saja yang ribut.

Disisi lain, AS dan sekutunya yang punya kepentingan tapi ngomporin negara lain. Padahal mayoritas negara muslim telah secara terbuka di forum PBB menyatakan mendukung penuh kebijakan China dalam penanganan etnis Uighur. Ampas-ampas HTI, FPI dan PKS. Ketiga kelompok ini secara tidak langsung telah menjadi antek-antek AS.

Segala cara mereka tempuh. Foto dan video hoax tentang Uighur digunakan sebagai alat propaganda. Disebar secara masif di media sosial. Sasarannya adalah masyarakat kita yang malas membaca dan sangat mudah terhasut dengan cerita-cerita bernuansa religi. Persis seperti sinetron azab di televisi.  Kemudian, Timbul kecurigaan jangan-jangan di belakang layar mereka ada main. Berkolaborasi menjalankan misi bersama-sama menyerang China melalui isu Uighur.

Sejalan dengan hal itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tidak setuju dengan aksi bela Uighur yang digelar oleh Front Pembela Islam (FPI).

Sekretaris Jenderal KNPI Addin Jauharuddin mengatakan aksi solidaritas membela umat muslim Uighur itu tidak tepat. Sebab, FPI menggelar unjuk rasa dengan berlandaskan isu agama. Isu itu dinilai berpotensi memecah kerukunan umat beragama.

“Itu hak mereka. Tapi jika agama yang disuarakan, bisa membakar kemana-mana, agama-agama atau kelompok tertentu mungkin bisa tersinggung,” ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/12).

Addin mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemuda yang berada di bawah arahan KNPI, untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu liar yang mungkin berkembang di masyarakat tentang muslim Uighur.

“Sebagai organisasi kepemudaan yang isinya lintas agama, suku dan golongan, kami mengimbau untuk memandang soal Uighur secara jernih dan rasional. Kebhinekaan dan keragaman yang selama ini sudah terjaga, harus terus dipertahankan menjadi modal keutuhan bangsa,” ujarnya.

China pun tampaknya tidak tinggal diam atas banyaknya tekanan. Baru baru ini, pemerintah China mempersilahkan siapa pun, termasuk pemain Arsenal Mesut Ozil dan WNI, untuk datang ke Xinjiang melihat kondisi etnis Uighur secara langsung. Agar tidak tertipu dengan kabar palsu yang banyak beredar.

Jadi, PA 212 kalau ingin membela Uighur lebih baik pergi ke Cina utnuk melihat langsung. Jangan buat keributan di Indonesia.

Stop! jadikan isu Uighur untuk memprovokasi dan merusak ketenangan di dalam negeri karena masih banyak yang perlu di bela dan dilarang beribadah, bukan justru memaksa Pemerintah RI untuk melawan Cina.