Tawarkan Program Gagal, Bukti Sandiaga Tak Punya Akal Sehat

Tawarkan Program Gagal, Bukti Sandiaga Tak Punya Akal Sehat
1,012 Kali Di Baca

Program yang ditawarkan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, dianggap fiktif belaka. OK-OCE adalah contoh yang paling kentara. Gagal di Jakarta, program itu hendak dibawa ke tingkat nasional. Demikian kesimpulan debat cawapres.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto justru menilai penampilan Ma’ruf Amin dalam debat cawapres telah mengubah pandangan orang yang sebelumnya diragukan kemampuannya. Menurutnya Ma’ruf tampil baik dalam debat cawapres di Hotel Sultan, DKI Jakarta, pada Minggu (17/3/2019) malam.

“KH Ma’ruf Amin sangat berdisiplin. Empat menit visi misi penuh gagasan membumi, menjawab persoalan rakyat melalui Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah dan Kartu Pra Kerja,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/3/2019).
Hasto menjelaskan, visi dan misi yang dipaparkan Ma’ruf dalam debat cawapres, terbukti menyatu dengan program-program yang dijalankan oleh Jokowi-JK saat ini.

“Berbeda dengan Sandiaga Uno. Cawapres 02 lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang telah gagal diterapkan di DKI Jakarta, yakni OK-OCE,” tandasnya.

Sekjen PDIP ini mengingatkan kepada semua masyarakat, bahwa Indonesia tidak boleh memiliki Wakil Presiden yang visi-misinya tidak seirama dengan visi-misi Presiden.

“Konsistensi KH Ma’ruf Amin yang menjabarkan program Jokowi telah memberikan sentuhan Islami yang sangat pas ditampilkan. Semua pemimpin punya tugas menciptakan kemaslahatan bangsa dan melindungi umat, sementara Sandi lebih artifisial yang dibungkus oleh pakaian mahal,” tegas Hasto.

Lebih lanjut, terkait ide Sandi untuk menjual program OK-OCE untuk digunakan di Indonesia, Hasto menilai, program tersebut adalah program usang yang tidak mengalami perubahan signifikan. Sedangkan kritikan Sandiaga kepada BPJS, dinilai tidak ada solusi berarti dari mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

“Data menunjukkan, dari target OK-OCE sebanyak 40 ribu per tahun, yang mendaftar hanya 1000 atau 2,5 persen dan hanya 150 orang yang dapat modal. Ini adalah cerminan gagalnya program OK-OCE yang ditawarkan Sandiaga,” tutup Hasto.