Selain Sayur dan Buah-buahan Pemerintah Juga Mengekspor Tanaman Hias ke Belanda

Selain Sayur dan Buah-buahan Pemerintah JUga Mengekspor Tanaman Hias ke Belanda
47 Kali Di Baca

Pemerintah melali Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi dan kulaitas komoditas pertanian.

Selain itu Pemerintah juga tengah berupaya membuka keran ekspor tanaman hias ke berbagai negara di seluruh dunia. Di antaranya ekspor tanaman hias yang sudah menembus pasar Belanda.

Kemudian ada juga beberapa jenis komoditas lainnya yang sudah diekspor ke Cina dan negara-negara lain di kawasan Asia, Eropa serta Amerika Serikat (AS). Adapun jenis yang sering dikirim adalah selada air, jamur, buncis, lobak, bit, labu siam, waluh lokal, dan kentang.

“Pasar produk pertanian khususnya berupa sayuran dan buah-buahan sangat terbuka luas di Singapura,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan, Ali Jamil saat melepas ekspor di Gudang PT Gapura Angkasa, Garuda Indonesia, Tangerang, Banten, Jumat (6/9/2019).

Peningkatan komoditi pertanian dan pasar ekspor menunjukkan produk pertanian RI semakin berdaya saing dan menguasai pada luar negeri. Hal tersebut tidak terlepas dari kinerja dan komitmen Pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk fokus mendorong ekspor melalui inovasi dan terobosan baru serta pendampingan terhadap petani.

Kementan melalui berbagai perangkat kerjanya terus membuka potensi pasar ekspor untuk berbagai komoditas, salah satunya hortikultura.

Balai Karantina Pertanian sendiri telah menggagas program Agro Gemilang untuk meningkatkan kualitas barang dan membuka keran ekspor. Program ini tidak hanya berpokus pada pendampingan teknis, namun juga edukasi pada calon eksportir baru dengan menggunakan aplikasi i-MACE.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kita harus fokus untuk mendorong ekspor. Inovasi dan terobosan perkarantinaan ditujukan untuk percepatan layanan dan juga fungsi fasilitator,” katanya.

Ali menambahkan, saat ini Badan Karantina juga terus melakukan pendampingan pada petani maupun rumah kemas di seluruh daerah. Pendampingan ini bertujuan untuk memenuhi standar bebas hama sesuai syarat dari negara tujuan.

Sedangkan untuk bidang perbenihan dan budidaya, lanjut Jamil, semua unit dan direktorat teknis di lingkup Kementan diharapkan turut berperan aktif melakukan pendampingan.

“Apalagi jumlah ekspor Pertanian terus mengalami peningkatan. Pengiriman berbagai jenis sayuran seminggu 5 kali, sedangkan buah-buahan 3 hingga 4 kali seminggu ke Singapura,” ujar dia.