Sandiwara Uno Kebuka 1.000 Titik Kampanye Hoaks

Sandiwara Uno Kebuka 1.000 Titik Kampanye Hoaks
11 Kali Di Baca

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mempersilakan semua pihak untuk mengecek kebenaran bahwa dirinya sudah mengunjungi 1.000 titik untuk sosialisasi sekaligus menampung aspirasi rakyat.

Sandi mengklaim apa yang disampaikannya adalah yang benar terjadi dan menjadi keluhan masyarakat.

“Ya silakan cek ke KPU, kami menghadirkan apa adanya,” kata Sandiaga di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2019).

Menurut Sandi, keseluruhan 1.000 titik itu sudah diverifikasi oleh KPUD dan akan diaudit lagi.

Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir menganggap 1.000 titik kampanye yang dikatakan Sandi adalah bohong atau hoaks. Menurut Inas, 1.000 titik kampanye itu hanya bisa dicapai dalam waktu 10 bulan.

Namun, kampanye di 1.000 titik dalam 3 bulan seperti yang dikatakan Sandi jelas tidak bisa dipercaya karena sejatinya Prabowo-Sandi memang gemar meneybarkan kabar hoaks. Itu artinya, Sandiaga hanyalah Cawapres yang kerjanya hari-hari ngomong besar dan asal bicara.

“Jika di tempat acara butuh 2 jam dan di perjalanan 2 jam, maka butuh waktu untuk setiap titik adalah 4 jam, jika dalam satu hari hanya bisa dijangkau 5 titik saja, maka total waktu yang dibutuhkan adalah 20 jam dan sisa 4 jam dalam sehari untuk istirahat! Klop kan? Untuk memenuhi 1.000 titik dibutuhkan waktu 1.000 dibagi 5 yakni 200 hari! Nah! Mulai kebuka nih ngibulnya Sandiwara Uno…eehhh Sandiaga Uno. Hahahaha,” kata Inas

Seharusnya, Sandi tidak perlu memanfaatkan ataupun mengatasnamakan rakyat kecil untuk menarik simpati masyarakat apalagi mengibuli rakyat tanpa memperinci data atas ucapannya sebab jika 1 titik kampanye untuk 1 hari, maka diperlukan 1.000 hari atau sekitar 3 tahun untuk 1.000 titik kampanye sedangkan kampanye baru berjalan 3 bulan.

Sehingga wajar saja jika lebel hoaks itu disematkan kepada Prabowo-Sandi yang hanya menebar hoaks dan narasi-narasi pesimis.