Rawan Provokasi, Polri Minta Masyarakat Tak Konvoi Usai Pencoblosan


573 Kali Di Baca

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan, sesuai dengan imbauan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahwa mobilisasi massa pada hari pencoblosan suara Pemilu 2019, Rabu (17/4) akan diambil tindakan tegas termasuk pihak yang melakukan konvoi kemenangan.

Polri meminta, masyarakat agar bersabar dan menunggu hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu 2019.

“Oleh karena itu kita imbau masyarakat tidak melakukan konvoi seperti itu, karena itu sangat rawan provokasi dan terjadi konflik,” kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (16/4).
TErkait pengamanan Pemilu, Polri sendiri menerjunkan 271.880 personel untuk mengamankan (TPS) di seluruh Indonesia pada saat hari pemungutan suara 17 April. Selain itu, juga ada pelibatan anggota TNI sebanyak 68.854 personel serta 1,6 juta anggota Linmas.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya, meminta masyarakat untuk menahan diri melakukan pawai atau bentuk mobilisasi massa lainnya setelah pencoblosan. Tito menegaskan polisi tak akan memberi izin kepada mereka yang hendak melakukan mobilisasi massa.

“Meminta masyarakat untuk tidak melakukan pawai, syukuran, atau apapun mobilisasi massa untuk menunjukkan kemenangan karena nanti akan memprovokasi pihak lainnya,” ujar Tito dalam rapat gabungan di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM, Senin (15/4).

Keputusan tersebut kata Tito tertuang pada UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Jika ada mobilisasi massa setelah pencoblosan, ia khawatir akan ada gesekan di tengah masyarakat.