Presiden Bagikan 1.000 KIP dan Sepeda Kepada Pelajar di Malang


366 Kali Di Baca

MALANG –  Presiden Joko Widodo membagikan 1.000 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa SD, SMP, SMA, SMK dan juga program Keseteraan (Paket A, Paket B, dan Paket C) di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Rabu (24/5/2017). KIP dibagikan kepada 189 untuk siswa SD, 218 untuk siswa SMP, 213 untuk siswa SMA, dan 311 untuk siswa SMK.

‪Besaran bantuan yang didapatkan para siswa penerima bantuan ialah sebesar Rp450 ribu per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp750 ribu bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp1 juta bagi pelajar SMA atau SMK.

Untuk siswa paket kesetaraan sesuai dengan paket yang diikuti, Paket A senilai dengan bantuan untuk siswa SD, Paket B senilai dengan bantuan untuk siswa SMP, dan Paket C senilai dengan bantuan untuk siswa SMA.

‪Presiden berpesan agar bantuan tersebut hanya digunakan untuk membeli keperluan sekolah. “Untuk beli pulsa, hati-hati tidak boleh. Kalau ketahuan untuk beli pulsa kartunya dicabut,” kata Jokowi.

Presiden mengharapkan agar para siswa rajin belajar tanpa kenal lelah. Mengingat pendidikan yang tinggi dapat menjadi bekal para siswa untuk menghadapi era kompetisi yang semakin ketat di masa mendatang.

“Kita ingin anak-anak SD semua lulus masuk SMP, dari SMP lulus masuk SMA/SMK dengan KIP yang sudah kita berikan. Saya harapkan anak-anak terus belajar karena dengan belajar itulah anak-anak akan mencapai cita-cita yang kita inginkan. Saya ingin ada yang maju, yang hapal Pancasila silakan maju, sebentar tunjuk jari dulu,” ujar Presiden.

Di akhir acara, Jokowi sebagaimana biasanya juga memberikan kuis yang berhadiah sepeda kepada siswa yang hadir.

Seorang anak yang maju adalah pelajar SMPN 1 Malang Asaka Habibullah yang berhasil dengan lancar menyebutkan lima sila Pancasila sehingga mendapatkan sepeda.

Siswa kedua adalah M Febriansyah dari SMAN 1 Malang yang diminta Presiden untuk menyebutkan 7 pulau di Indonesia dan ia pun berhasil menyebutkan Kalimantan, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Papua, Bali, dan Lombok.

Seorang siswi SDN Percobaan 1 Malang bernama Alisa kelas 4 tetap mendapat sepeda walaupun jawabanya salah.  Seorang pelajar bernama Inam pun maju ke panggung dan mempraktikkan sejumlah jurus silat sebelum mendapatkan sepeda.

“Ya saya titip belajar yang baik karena sudah diberikan KIP artinya apa? Kebutuhan yang ada bisa diambil dari dana itu dan anak-anak harus konsentrasi belajar untuk meraih cita-cita kita karena nantinya 10, 20, 30 tahun yang akan datang persaingan makin ketat, kompetisi makin ketat baik mencari pendidikan yang lebih tinggi baik mencari pekerjaan, tugas anak-anak untuk terus belajar, jangan lelah,” tegas Presiden mengakhiri sambutannya.

‪Turut mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Malang M. Anton.[]