Presiden Ajak Kalangan Pesantren Lebih Bijak Dalam Media Sosial


183 Kali Di Baca

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kalangan pesantren terutama para santri yang menggiati media sosial (medsos) untuk lebih bijak. Menurut Presiden informasi yang beredar di medsos sangat beragam, ada yang bernilai positif dan juga negatif, sehingga kewaspadaan seluruh elemen masyarakat perlu ditingkatkan untuk menyaring informasi yang didapatkan.

Menurut presiden tanpa ada saringan yang baik akan membawa pengaruh buruk kepada anak didik dan santri. Jokowi mengingatkan warga pondok pesantren dalam memahami dan berperilaku di media sosial.

“Mestinya pondok pesantren memberikan pemahaman yang benar kepada anak didik, santri. Ini yang harus kita waspadai. Media sosial kalau tidak bisa kita screening akan mempengaruhi anak-anak kita,” Jelas Presiden saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pondok Pesantren Muhammadiyah di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Rabu (18/10).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menceritakan perkembangan media sosial di negara-negara lain. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat mengulas pertanyaan seorang kepala negara, yang tak dia sebutkan namanya, tentang aktivitas media sosial di Indonesia.

“Bertanya kepada saya, bagaimana di Indonesia? Kalau di Indonesia media sosial kejam banget,” kata Jokowi.

Sehingga satu-satunya cara menurut presiden adalah membangun karakter dan menanamkan nilai agama sejak dini pada anak-anak. Walau diakui meski sulit, namun presiden yakin cara tersebut akan mempengaruhi perilaku, budaya dan budi pekerti generasi penerus Indonesia di masa mendatang. “Ini bukan sesuatu yang gampang untuk diselesaikan,” ungkap Kepala Negara.

Jokowi mencontohkan salah satu serangan yang kejam itu yaitu foto hasil rekayasa yang beredar di media sosial. Dalam foto itu, terpampang foto D.N. Aidit dan seseorang mirip Jokowi pada tahun 1955.

“Saya tahun 1955 belum lahir. Kalau orang tidak bisa menyaring kan bisa percaya. Ini maunya apa? Maunya membangun informasi yang dikelirukan,” ujar Jokowi.

Untuk itu, Jokowi berharap pesantren dapat membangun karakter dan menanamkan nilai agama sejak dini. Dengan begitu, dia berharap budi pekerti generasi muda dapat terbentengi dari informasi yang buruk.

Oleh karenanya, Presiden mengingatkan agar pondok pesantren ikut serta bersama pemerintah memberikan pendidikan dan pemahaman dalam berperilaku positif di media sosial.

“Mestinya pondok pesantren memberikan pemahaman yang benar kepada anak didik, santri,” kata Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.