Pidato Di Hadapan Ribuan Alumni UI, Jokowi Tegaskan Indonesia Tidak Akan Pernah Bubar


7 Kali Di Baca

Lamanberita – CALON Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan pernah bubar. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri deklarasi Alumni Universitas Indonesia (UI) mendukung pasangan Jokowi – Maruf Amin dalam Pilpres 2019.

“Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis, jangan sampai ada pesimisme di antara kita. Jangan sampai ada yang bilang Indonesia bubar, nggak ada! Jangan sampai ada yang bilang Indonesia punah, tidak ada! Tidak ada, tidak ada, saya katakan tidak ada,” ujar Jokowi dalam acara deklarasi alumni sejumlah universitas di Plaza Tenggara GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Capres nomor urut 01 itu jengkel terhadap narasi-narasi yang justru membangun pesimisme. Jokowi menekankan semua pihak untuk membangun optimisme.

“Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis. Saya kadang jengkel dan marah untuk hal-hal seperti itu. Bagaimana negara sebesar Indonesia ini, kita tidak bangun optimisme, kita tidak bangun optimisme, kita tidak bangun optimisme?” ujar Jokowi.

“Sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun hambatan itu, kita harus bersama-sama membangun negara ini!” kata dia.

Jokowi juga menyampaikan sejumlah topik dengan berapi-api. Dia begitu semangat saat menepis tudingan yang menyebut dia antek asing.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pemerintah saat ini sudah bekerja prorakyat. Buktinya, pemerintah berhasil mengambil alih Blok Mahakam dan merebut 51 % saham PT Freeport Indonesia.

“Presiden Jokowi isu-isunya banyak di bawah. Mungkin di sini tidak ada, tetapi Presiden Jokowi diisukan antek asing, antek asing, antek asing. Saya ingin menyampaikan, yang namanya Blok Mahakam 100 persen dikelola Pertamina yang sebelumnya dikelola Jepang dan Prancis,” tegas Jokowi.

Jokowi meminta isu-isu miring seperti antek asing harus dijelaskan dan ditangkis. Ia lalu menyinggung soal sulitnya pemerintah merebut saham Freeport.

“Jangan dibolak-balik seperti itu. Dipikir merebut 51 persen saham Freeport selama 4 tahun itu mudah? Sangat sulit sekali, sangat sulit sekali,”

Jokowi menyebutkan infrastruktur bukanlah satu-satunya hal yang dia kerjakan. Namun, dia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur adalah suatu fondasi yang penting untuk bagi suatu negara untuk berkompetisi dengan negara lain.

“Jadi kenapa ini dibangun, ini merupakan syarat dan fondasi bagi kita apabila kita ingin berkompetisi dengan negara-negara lain. Tanpa basic ini, saya yakin sulit kita bersaing dengan negara-negara lain. Setelah pembangunan infrastruktur besar-besaran, kita akan masuk ke pembangunan sumber daya manusia besar-besaran,” jelas Jokowi

Jokowi menegaskan, dengan adanya pembangunan infrastruktur yang memadai, masyarakat juga harus menjaga optimismenya untuk membangun Indonesia.

“Kita harus optimis. Jangan sampai ada pesimisme di antara kita. Jangan sampai ada yang bilang Indonesia akan bubar, Indonesia akan punah, tidak ada. Tidak ada. Saya katakan tidak ada. Kita harus optimis,” tegasnya.