Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Ide Jokowi yang Dilanjutkan Ahok


325 Kali Di Baca

 

JAKARTA – Setelah sempat menjadi polemik, akhirnya Presiden Joko Widodo meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jakarta, Sabtu (14/4/2017). Ide pembangunan Masjid di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat itu dimunculkan oleh Jokowi saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dipilihnya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) menurut Jokowi memiliki alasan karena Hasyim Asy’ari adalah pendiri salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. “Almarhum adalah pahlawan nasional yang cinta Republik Indonesia dengan sepenuh hati. Beliau meletakkan fondasi agama yang ramah dan moderat,” ujar Jokowi.

Hadir pada acara ini, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono, KH Salahudin Wahid, jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah, dan alim ulama.

Jokowi berharap kita menteladani jasa Hasyim Asy’ari dalam menyebarkan nilai keislaman dan keindonesiaan sesuai prinsip Islam rahmatan lil alamin.

“Masjid ini bukti komitmen pemerintah pusat dan daerah yang berkomitmen untuk menjamin kehidupan beragama yang semarak dan barokah. Saya resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jakarta di Jakarta Barat, DKI Jakarta,” ucap Jokowi.

Masjid yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Jokowi saat menjabat gubernur DKI Jakarta, pada 2013 lalu, yang kemudian dilanjutkan pembangunan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama, menggunakan dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp 165 miliar.

Presiden Jokowi mengatakan Masjid yang sarat nuansa ornamen Betawi, seperti gigi belalang dan pagar langkang.

Presiden mengingatkan, apa yang diwariskan Hasyim Ashari sangat relevan dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang majemuk, negara yang plural, dan negara yang beragam.  “Pemerintah mendukung penuh hak beragama dan beribadah warganya,” kata Jokowi.[]