Lawan Hukum dan Melakukan Makar Surya Anta Cs Teriak Demokrasi Dibungkam

Lawan Hukum dan Melakukan Makar Surya Anta Cs Teriak Demokrasi Dibungkam
139 Kali Di Baca

Aktivis Papua Surya Anta Ginting, yang ditangkap dan ditahan polisi terkait kasus pengibaran bendera Bintang Kejora saat unjuk rasa di Istana Negara Jakarta meminta pemerintah membebaskan para tahanan politik dan narapidana politik Papua.

“Jangan bungkam demokrasi dengan penjara. Jangan bungkam demokrasi dengan penjara. Kembalikan hak hidup bagi rakyat Papua. Bebaskan rakyat Papua untuk menentukan nasib sendiri. Hidup rakyat Papua…,” kata Surya Anta Ginting usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Seperti diketahui, aksi yang dilakukan para aktivis Papua di depan Istana Negara Jakarta pada 28 Agustus lalu adalah tindakan makar.

Surya Anta dan aktivis Papua lainnya adalah pengkhianat bangsa dan provokator. Mereka tidak dibungkam oleh Pemerintah namun tindakan mereka memang sudah melawan hukum dan mengancam keutuhan bangsa sehingga sudah seharusnya diproses hukum.

Makar yang dilakukan Surya Anta Cs bukan demokrasi tetapi pengkhianatan terhadap bangsa yang wajib ditindak.

Polisi sebelumnya telah menetapkan enam tersangka terkait kasus pengibaran bendera Bintang Kejora saat aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta pada 28 Agustus lalu.

Keenam tersangka dijerat dengan pasal makar sebagaimana tercantum dalam Pasal 106 dan 110 KUHP.