Kerja Sama TNI-Polri Saat Melakukan Operasi Pemberantasan KKSB di Papua

Kerja Sama TNI-Polri Saat Melakukan Operasi Pemberantasan KKSB di Papua
286 Kali Di Baca

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jendral Sisriadi menyatakan, operasi yang dilakukan pihak TNI untuk memberantas Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua bersama Polri selalu berpegang pada standar operasional prosedur (SOP).

Ia menjelaskan, bahwasannya TNI sifatnya hanya membantu pihak kepolisian untuk menjalankan operasi di Papua dalam rangka penegakan hukum dalam memburu KKB.

“Karena kita bantu polisi dalam rangka penegakan hukum,” kata Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (20/12).

Selain operasi penegakan hukum, Sisriadi menyebut TNI memiliki operasi tersendiri yakni pengamanan perbatasan antara Papua dan Negara Papua Nugini.

Operasi itu, kata dia, sudah dijalankan oleh personel TNI di wilayah-wilayah perbatasan antara kedua negara yang rawan terhadap tindak kejahatan.

Sisriadi melanjutkan bila operasi penegakan hukum di Papua dinyatakan selesai oleh pihak kepolisian, maka personel TNI juga akan ikut berhenti melakukan operasi tersebut.

“Di Papua itu sesuai tergantung permintaan polisi, polisi bilang selesai ya selesai. Karena kita bantu polisi dalam rangka penegakan hukum,” kata dia.

Ia menyatakan bahwa TNI tak pernah bertindak brutal terhadap KKSB. Sebab, pelbagai standar operasi sudah dibekali bagi seluruh personel TNI di Papua.

“Karena kita profesional, jadi semua tindakan terukur melalui prosedur standar. Law of engagment, standar HAM kita gunakan, jadi kita ga ikut-ikutan brutal, kalau brutal ga usah jadi TNI, TNI ga brutal, TNI profesional,” tegasnya.

Diharapkan masyarakat tetap mendukung langkah TNI-polri menciptakan situasi kondusif dan aman di Papua.

Selama ini, KKSB sudah banyak memakan korban baik dari aparat keamanan maupun rakyat sipil, sehingga perbuatan KKSB sudah tidak bisa ditolerir dan dibiarkan. Dalam hal ini, Negara harus bertindak tegas dengan memberikan perlawanan dan penanganan tepat.

Sebelumnya, dua anggota TNI Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky tewas saat kontak senjata antara TNI dengan KKSB di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

“Kontak tembak yang terjadi pada Selasa (17/12) sekitar pukul 15.30 WIT, dan menyebabkan dua prajurit TNI gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua,” kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2).