Kehabisan Akal Rizieq Shihab Tebar Ancaman Revolusi Bagi Pemerintah


243 Kali Di Baca

Lamanberita – Tebar ancaman dari Rizieq Shihab yang selama ini menghindari kasus hukum yang menjerat dirinya dengan ancaman Revolusi yang konstitusional. Sebuah rekaman suara Rizieq Shihab yang disebarluaskan oleh Juru Bicara FPI Slamet Maarif, Senin, 3 Juli 2017, dan disebarluaskan oleh media sosial memuat ancaman tersebut.

Dalam orasi monolog nya tersangka kasus dugaan konten pornografi, Rizieq Shihab mengatakan pertemuan tokoh GNPF MUI dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada, Minggu 25 Juni 2017 lalu dikatakan bukan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan aksi bela Islam (ABI).

Lantas ia mengatakan apresiasinya terhadap para ulama yang mengawal aksi bela Islam atas keterlibatan dalam berbagai aksi damai untuk menyuarakan perjuangan. Termasuk upaya GNPF MUI yang disebutnya terus membangun dialog dengan semua pihak, termasuk dengan pemerintah.

“Pertemuan pimpinan GNPF MUI dengan Presiden RI dan para menterinya di Istana Negara harus dimaknai sebagai bagian dari peran GNPF MUI yang sejak awal berdiri selalu proaktif membangun komunikasi dan dialog dengan semua pihak,” kata Rizieq.

Rizieq berpesan untuk tidak bersikap saling curiga yang berakhir pada perpecahan.

Kemudian Rizieq mengatakan mengenai gerakan Presidium Alumni 212 yang terus membangun perlawanan secara konstitusional lewat “Revolusi Jogja”. Hingga gerakan Muslim Cyber Army yang terus membangun opini perlawanan di dunia cyber.

“Kita harus bersikap “negative thinking” yaitu berpikir negatif untuk tetap membangun kewaspadaan, maka terhadap “kawan” kita wajib bersikap “positif thinking” yaitu berpikir positif untuk menjaga persatuan dan persaudaraan,” demikian Rizieq.

REKONSILIASI ATAU REVOLUSI

Pimpinan FPI ini menyatakan sikapnya terkait ultimatum rekonsiliasi atau revolusi bahwa, “ultimatum ini bukan menyerah. Sekali lagi saya katakan ultimatum ini bukan sikap menyerah. Sekali lagi ultimatum ini bukan sikap menyerah.”

Hal itu dikatakan Rizieq tak lain mengenai statusnya yang kini menjadi tersangka dan juga menjadi DPO atas kasus dugaan berkonten pornografi yang kini menyanderanya. Bahkan kini ia pun menjadi buruan pihak interpol.

Kasus skandal seks terlarang bersama Firza Husein dalam ‘baladacintarizieq’ yang menjerat Rizieq bisa dikatakan salah satu kasus terheboh di Indonesia. Meski berstatus tersangka Rizieq pun merasa bebas melangkahkan kakinya kemana ia mau.

Sebagai negara hukum, Indonesia wajib melaksanakan azas praduga tak bersalah terhadap Rizieq Shihab. Tujuannya agar hak hukum dan hak asasi Rizieq Shihab terlindungi dan terjaga.

Nah, atas dasar itulah maka Rizieq tak perlu lagi takut untuk pulang ke Indonesia. Dan sebagai Ulama, seharusnya ia memberikan contoh yang baik untuk taat kepada hukum bukan sebaliknya melawan dengan memberikan ulitimatum yang dapat dikatan tidak menyerah dalam artian bisa saja ini sebagai bentuk ancaman Rizieq untuk mengerahkan massa pendukungnya jika terjadi hal-hal lain kepada dirinya.

Justru Rizieq mempunyai kesempatan besar untuk membuktikan kebenaran tentang kasusnya tersebut, sehingga ia bisa menjalani proses hukum dengan penuh tanggung jawab.

Dan selain hukum positif, Rizieq juga wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan. Karena dalam agama Islam mengajarkan kepada para penganutnya untuk taat dan patuh terhadap hukum.

Oleh karena itu, agar tudingan buruk masyarakat tidak terus berkepanjangan, alangkah bijaknya kalau Rizieq Shihab segera pulang ke Indonesia, serta legowo menjalani proses hukum meski harus berada dalam penjara.