Kebijakan dan Isu yang Mendera tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi


Lamanberita – Beberapa lembaga telah merilis hasil survei terbaru tentang elektabilitas pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dari hasil survei tersebut, tren elektabilitas Jokowi diprediksi menang dalam pemilihan presiden 2019.

Tren elektabilitas Jokowi dalam survei SMRC periode 7-14 September 2018 meningkat dari 57,2 persen pada bulan Mei menjadi 60,2 persen. Sebaliknya, pada periode yang sama tren elektabilitas Prabowo Subianto menurun dari 32,2 persen jadi 28,7 persen.

Peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting  (SMRC), Sirojudin Abbas mengatakan bahwa hal-hal atau kebijakan yang dinilai blunder seperti pembubaran HTI, pelarangan gerakan #2019GantiPresiden, kasus Rizieq Shihab, dan lambatnya penanganan kasus Novel Baswedan tidak bisa dikatakan akan menggerus elektabilitas (kedipilihan) Jokowi.

Hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang masih bisa dijelaskan dasarnya.

Blunder hanya bisa memiliki efek negatif jika lebih substantif dan berasosiasi langsung dengan yang bersangkutan, seperti menyinggung kelompok tertentu dan tidak disertai data empirik, atau terbukti melakukan sesuatu yang melanggar norma dan susila.

Direktur Relawan Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq mengungkapkan bahwa kebijakan yang dianggap blunder tersebut diambil untuk menciptakan stabilitas nasional.

“Sudah menjadi tanggung jawab Pak Jokowi sebagai Presiden untuk menjaga stabilitas nasional. Apalagi dari organisasi yang anti-Pancasila,” kata Maman.

Lagipula, kata Maman, pembubaran HTI juga atas pertimbangan banyak kalangan, termasuk ormas Islam besar seperti Muhammadiyah dan NU.

“Semua bisa lihat kan sekarang efeknya, tidak ada itu kampanye anti-Pancasila dan NKRI lagi,” klaim Maman.

Sementara LSI Denny JA merilis hasil survei yang dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 lalu. Pada survei tersebut pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memiliki elektabilitas 52,2 persen, Prabowo-Sandi di angka 29,5 persen.

Hasil penelitian terbaru lembaga survei Indikator menunjukkan, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin unggul atas rivalnya pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo dan Sandiaga Uno. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 57,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 32,3 persen.

Kemudian Alvara Research Center juga pernah merilis hasil survei nasional. Hasilnya pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul 53,63 persen dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35,2 persen.

Hasil dari 4 lembaga survey merilis hasil yang menunjukkan bahwa meskipun Jokowi dianggap blunder atas beberapa kebijakannya namun tetap konsisten unggul di hasil survey, bahkan diprediksi bakal menang telak.