Jika Masih Ngeyel dan Tak Jalankan Putusan MA Anies Bakal Kena Sanksi

Jika Masih Ngeyel dan Tak Jalankan Putusan MA Anies Bakal Kena Sanksi
53 Kali Di Baca

Pengamat Hukum Tata Negara Hifdzil Alim menyatakan bahwa Anies akan mendapatkan sanksi jika tidak melaksanakan putusan MA yang membatalkan Pasal 25 Ayat 1 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Dan Pasal 127 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sanksi administratif yang dimaksudkan oleh Hifdzil Alim tersebut adalah bahwa sanksi tersebut bukan berbentuk pidana tetapi hanya berupa teguran atau peringatan.

“Jika gubernur tidak melaksanakan putusan pengadilan maka berpotensi dinilai melawan putusan pengadilan,” ujarnya.

Namun Anies ngeyel bahwa keputusan MA tersebut telah kedaluwarsa karena dirinya telah memindahkan PKL dari Jalan Jati Baru ke Skybridge yang telah dibangunnya itu. Sehingga keputusan MA tersebut sudah tidak relevan lagi.

Ironi memang, di satu sisi Anies merevitalisasi trotoar untuk mengakomodasi kepentingan pedagang kaki lima, tetapi di sisi lain Anies harus melaksanakan keputusan MA yang membatalkan Pasal 25 Ayat (1) Perda Tentang Ketertiban Umum DKI Jakarta tersebut.

Apakah Anies akan tetap menjalankan kebijakannya menempatkan PKL di trotoar atau harus melaksanakan keputusan MA? Ini jelas dilema buat Anies. Jika membiarkan PKL tetap berjualan di trotoar di daerah Jakarta, maka Anies dinilai melawan putusan pengadilan. Tetapi jika Anies tidak memperbolehkan PKL berjualan di trotoar untuk apa Anies merevitalisasi trotoar yang memang sudah cukup lebar itu?

Dengan melebarkan trotoar yang sudah lebar tersebut, Anies telah merampas hak pengendara. Di mana jalan yang seharusnya lebar, kini semakin sempit. Membuat kemacetan semakin parah.

Sekali lagi Anies Baswedan melawan hukum dan pengadilan jika tidak melaksanakan putusan MA dimana putusan MA tersebut juga berlaku untuk seluruh trotoar di Jakarta, tidak hanya untuk penutupan jalan Jatibaru, Tanah Abang yang menjadi objek gugatan.