Gerindra Siapkan Setengah Miliar untuk Serangan Fajar


602 Kali Di Baca

Curang, curang, curang. Begitulah koalisi partai di kubu Prabowo Subianto. Selain PKS, caleg Partai Gerindra kedapatan melakukan politik uang. Tim Satgas Money Politic Polres, Tapanuli Selatan, mengungkapkan ada 4.000 amplop akan disebar atau serangan fajar dilakukan tim sukses dari calon legislatif bernama Masdoripa Siregar nomor urut 3 dari Partai Gerindra untuk pemilihan di Padang Lawas Utara atau Paluta, Sumatera Utara.

“Kemudian kita dapat kuitansi penerimaan. Amplop yang sudah tersebar oleh timses 2.582 amplop yang sudah beredar ke timses untuk nama yang terdata. Isinya (amplop) Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Jadi diperkirakan hampir setengah miliar lebih,” kata Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Irwa Zaini, kepada wartawan, Senin sore, 15 April 2019.

Polisi mengamankan Wakil Bupati Padang Lawas Utara, Hariro Harahap, yang merupakan suami dari Masdoripa. Ia diamankan bersama 13 orang lainya, masing-masing berinsial SB (pengemudi), MH, FIMH, RZ, FH, AAS, SKS, KAS, HH, MRH, HS, IH, dan MLS. Keseluruhan itu merupakan tim sukses dari istri Hariro.

Mereka diamankan secara terpisah di Kabupaten Paluta, Senin dini hari, 15 April 2019, sekitar Pukul 02.30 WIB. “Didapatkan kurang lebih 87 amplop di dalam ada uang kemudian ada salah satu kartu nama caleg yang ada di kabupaten Paluta. Dari jumlah barbuk yang ada yang kita dapat amplop berisi uang 118 amplop,” kata Irwa.

Polisi menduga sudah banyak amplop tersebut yang dibagikan oleh timses caleg Gerindra itu, mencapai 4 ribu. “Informasi yang kami terima ada 4.000 amplop lah,” tutur perwira melati dua itu.

Irwa mengatakan seluruh pihak yang diamankan bersama Wakil Bupati Paluta akan diserahkan kepada Bawaslu untuk dilakukan penyidikan oleh pihak Gakkumdu dan dilanjutkan proses hukum.

“Orang yang kita amankan 14 orang dan di antaranya Ketua DPD Gerindra Paluta. Langkah yang kita lakukan selanjutnya adalah menyerahkan barang bukti dan orang yang diamankan ke Bawaslu. Kalaupun tidak diketahui sumber dananya darimana, berarti ada Undang-undang Pencucian Uang yang bisa dipakai oleh kepolisian,” tutur Irwa. (ase)