Etika Sopan Santun Prabowo terhadap Ulama Mengusik Masyarakat Madura

Etika Sopan Santun Prabowo terhadap Ulama Mengusik Masyarakat Madura
102 Kali Di Baca

Bukan Prabowo Subianto jika tak kasar apalagi kurang ajar. Perilakunya yang kerap emosi dengan membludak kepada siapapun menunjukkan dirinya adalah tempramental yang sempurna.

Setelah video kemarahannya beredar saat Capres nomor urut 02 disebut-sebut gebrak meja di hadapan para ulama ketika Prabowo dipertanyakan keagamaannya, sekarang nongol lagi, Prabowo malah menantang ulama dan tokoh masyarakat Madura ketika dia ada yang bicara.

Sikapnya yang meremehkan ulama sudah cukup jelas, sangat berbahaya jika dirinya memimpin bangsa ini.

Berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial, Prabowo terlihat marah-marah di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep. Saat itu dirinya tengah berbicara di mimbar, bertanya kepada seseorang yang diduga tengah berbicara sendiri.

Awalnya Prabowo bicara soal duit WNI di luar negeri yang mencapai Rp 11 ribu triliun lebih. Lalu Prabowo menghentikan pidatonya. Sembari menunjuk, Prabowo bertanya apakah pihak tersebut ingin menggantikannya bicara di atas mimbar.

Kira-kira seperti ini transkrip video tersebut:

“Diwawancara….,” ujar Prabowo, yang kemudian menghentikan kalimatnya.

“Kenapa kok? Ada apa you bicara sendiri di situ? Apa you aja yang mau bicara di sini?” lanjut Prabowo.

“Kalau nggak, kamu aja yang bicara di sini,” sambungnya lagi.

“Nggak, Pak, terus, Pak, lanjut, Pak. Lanjut,” timpal para hadirin.

Video tersebut juga disertai narasi yang menunjukkan seolah Prabowo tengah marah di depan ulama Madura.

Jika disimak betapa tidak beradab dan tak tahu adat nya Prabowo yang bersikap tak sopan terhadap ulama. Prabowo yang katanya Islam, justru meremehkan ulama.

Berbeda jauh dengan Joko Widodo. Jokowi jauh lebih menghargai ulama. Ia begitu sopan ketika sowan kepada ulama. Jokowi paham bagaimana cara beragama dan berbakti kepada orang. Jokowi jauh lebih memahami akidah agama dan kebudayaan agama. Jokowi benar-benar menghormati ulama.

Hormatnya Jokowi kepada orang-orang penting dan petinggi agama yang ada, menjadi sebuah teladan bagi kita. Ketulusan Jokowi menghadapi ulama, adalah ketulusan yang patut kita contoh. Kalau bicara dan bandingkan antara Jokowi dengan Prabowo, itu langit dan bumi.

Ketulusan Jokowi sudah sangat mantap. Berbeda pula dengan Sandiaga Uno yang kurang ajar juga terhadap ulama besar yang mendirikan NU dan Nusantara dengan tak sopan melangkahi kuburan.

Jokowi adalah sosok yang luar biasa mempertontonkan kebaikan bagi bangsa dan negara ini. Jokowi benar-benar hormat ulama. Ia menggandeng ulama, membopongnya, dan mencium tangannya. Jokowi lahir dari keluarga yang menghargai ulama.

Jokowi tidak lahir dari keluarga yang agamanya tidak jelas seperti Prabowo. Jokowi belajar ngaji. Jokowi hormat ulama. Jokowi sayang ulama. Jokowi sayang petinggi agama. Jokowi menghargai semua agama, tidak dalam ranah menjilat seperti sandiaga. Jokowi berbeda dengan Prabowo.