Cegah Radikalisme, Sejarah Khilafah dan Jihad Akan Diajarkan Sejak Kelas IV

Cegah Radikalisme, Sejarah Khilafah dan Jihad Akan Diajarkan Sejak Kelas IV
281 Kali Di Baca

Mulai tahun ajaran 2020/2021 siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah bakal mendapat materi tentang khilafah dan jihad. Materi ini diajarkan secara berjenjang untuk jalur pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama.

Nantinya untuk khilafah, materi ajar lebih spesifik ke karakteristik kepemimpinan dalam sejarah Islam. Sedangkan jihad dalam bentuk perjuangan Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban bangsa sampai perkembangan Islam modern.

Kebijakan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

Dalam surat terkait implementasi KMA tertanggal 4 Desember 2019 disebutkan, penerapan KMA 183 dalam rangka pengarusutamaan moderasi beragama dan pencegahan paham radikalisme di satuan pendidikan madrasah.

Khilafah dan jihad diajarkan dari Madrasah Ibtidaiyah sampai Madrasah Aliyah, disajikan dalam perspektif sejarah

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag A Umar mengatakan, KMA No183 merupakan revisi atas KMA No 165 Tahun 2014. Revisi itu meliputi penataan semua materi dan performance sajian pembelajaran dengan mempertimbangkan semua aspek pendidikan siswa.

“Materi sejarah khilafah dan jihad akan diajarkan secara berjenjang sejak IV Madrasah Ibtidaiyah atau MI hingga Madrasah Aliyah atau MA,” kata Umar.

Menurut Umar, pembelajaran khilafah disajikan dalam perspektif sejarah untuk menjelaskan karakteristik dan pola kepemimpinan Rasullulah dan Khulafa’ur Rasyidin dalam membangun masyarakat Madinah yang diwarnai dengan nilai moderasi dalam menjaga keberagaman dan memperkuat civic society.

Untuk materi jihad, disajikan dalam perspektif perjuangan membangun peradaban dengan menggali makna dan menanamkan nilai-nilai perjuangan pada masa Rasulullah, sahabat, Walisongo hingga para ulama untuk membangun peradaban baru yang melahirkan khazanah keilmuan dan keislaman.

“Baik konten khilafah maupun jihad, diajarkan pada jenjang tingkat dasar dan menengah, sesuai dengan tingkatan kompetensi dasarnya masing-masing,” ujarnya