Capres Pelanggar HAM Harus Dikalahkan, IKOHI: Prabowo Melukai Keluarga dan Korban Penculikan 1998


365 Kali Di Baca

Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI) menegaskan dukukungannya kepada pasangan calon 01, Jokowi- Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. IKOHI menyatakan, para keluarga serta korban dari Peristiwa Penculikan 1998 tidak akan memilih calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang dituduhnya terlibat dalam peristiwa penculikan tersebut.

“Demi terus memperjuangkan hak, harkat, dan martabat korban dan keluarga korban pelanggaran HAM, IKOHI bersikap bahwa capres pelanggar HAM harus dikalahkan,” tegas Ketua Umum IKOHI, Wanmayetti di Hotel Grand Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Wanmayetti mengatakan, dari 23 orang yang menjadi korban penculikan, 9 dikembalikan dalam keadaan telah disiksa, 1 meninggal dengan luka tembak dan siksaan, dan 13 lainnya masih tidak diketahui keberadaannya.

Oleh karena itu menurut dia, disahkannya Prabowo Subianto, terduga kuat pelaku penghilangan paksa aktivis demokrasi 1997-1998 sebagai capres telah melukai martabat para korban pelanggaran HAM dan keluarganya.

Ia pun berharap, hak para keluarga dan korban juga akan terus diperjuangkan bila Jokowi kembali terpilih sebagai presiden.

Sementara itu, ibu dari korban meninggal Leonardus Nugroho alias Gilang, Budiarti mengatakan, ia masih belum mendapat kejelasan akan apa yang dilakukan oleh anaknya hingga harus terbunuh dalam peristiwa penculikan tersebut.

“Saya berdoa jangan sampai Prabowo jadi pemimpin negara ini,” ungkapnya.

“Saya berharap teman-teman semua jangan sampai memilih pemimpin pelanggaran HAM, karena sebelum jadi presiden saja sudah semena-mena dengan rakyat kecil seperti pada anak saya,” imbuhnya.