Bela Rohingya kok ingin Demo di Candi Borobudur


201 Kali Di Baca

Kepolisian Daerah Jawa Tengah, akhirnya melarang aksi bela Rohingya di Candi Borobudur yang sedianya akan dilaksanakan pada Jumat (8/9/17) besok. Hal itu tentunya sudah sangat jelas, sebab ada aturan tentang penyampaian pendapat dan Undang-Undang yang melarang melakukan unjuk rasa di situs purbakala.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol, Condro Kirono menegaskan, Candi Borobudur merupakan situs yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO sehingga menjadi obyek vital yang harus dijaga.

Candi Borobudur merupakan obyek wisata yang bisa memberikan kontribusi dan kesejahtareaan di Magelang. Ada komunitas andong, cindera mata, semua mengais rezeki disana.

“Kami tidak memberikan izin. Kami aparat harus melindungi selalu keberadaannya,” tegasnya usai melakukan Rapat Kordinasi di Mapolda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (4/9).

Disampaikan Kapolda, bahwa Candi Borobudur tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Myanmar sehingga tidak relevan jika solidaritas Rohingya dilakukan di Candi peninggalan dinasti Syailendra itu.

Justru hal ini hanya akan merugikan masyarakat kecil dan warga muslim di di kawasan itu, dan tentunya tidak ada pengaruhnya dengan pemerintahan Myanmar.

Oleh karena itu, Condro akan mengambil langkah tegas apabila imbauan dan larangan polisi tidak diindahkan.

“Kami akan melakukan penyekatan-penyekatan di tiap-tiap Polres untuk menggagalkan mobilisasi massa ke Borobudur,” katanya.

Masyarakat Indonesia harus lebih bijak dan cermat dalam melihat situasi kemanusiaan di Myanmar, bukan berbuat lebih buruk dengan melakukan tindakan anarkis yang jelas tidak ada kaitannya dengan konflik disana.

Oleh karena itu diharapkan, agar masalah luar negeri jangan sampai membuat gaduh dalam negeri. Sebab, saat ini Pemerintah sudah melakukan upaya dengan jalur diplomasi antar kedua negara dengan tujuan agar tidak terjadi lagi konflik kemanusiaan di Myanmar.

Dan kepada kelompok-kelompok manapun yang mencoba bermain di air yang tenang ini sebaiknya tidak usah memprovokasi terkait urusan kedaulatan internal negara lain yang hanya memperburuk hubungan antara Indonesi-Myanmar.

Seperti diketahui, rencana aksi bela Rohingnya tersebar melalui pesan berantai jejaring medsos dengan mencantumkan sejumlah organisasi masyarakat dari berbagai daerah.